Jumat, 31 Juli 2009

Semangat Pejuang Peringati HUT RI ke 64


Peringatan HUT RI ke-64 diharapkan menjadi momen bagi generasi muda Karangasem untuk meningkatkan pemahaman nilai sejarah perjuangan bangsa. Melalui sarasehan yang digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Jumat (31/1) kemarin, Wabup Karangasem Gusti Lanang Rai berusaha mengingatkan pemuda Karangasem tentang perjuangan heroik para pendiri bangsa dalam sejarah perang yang terjadi di Dusun Tanah Aron, Abang, Karangasem.
Perang Tanah Aron, menurut Lanang Rai, merupakan salah satu perlawanan terbesar masyarakat Bali terhadap pendudukan tentara NICA. Pertempuran tersebut terjadi sebelum Perang Puputan Margarana tahun 1946. ‘’Dalam pertempuran di Tanah Aron, pejuang-pejuang kita berhasil melumpuhkan NICA. Sedikitnya 86 serdadu NICA tewas dalam pertempuran sengit tersebut,’’ terang Lanang Rai.
Perlawanan di Tanah Aron sendiri merupakan salah satu strategi yang diterpkan pasukan Ciung Wanara Pimpinan Letkol I Gusti Lanang Rai untuk memecah kekuatan NICA di Bali. Bersama sejumlah tokoh pejuang Karangasem seperti Pak Kolar dan Mayor Chandra Buana, perang tersebut berhasil dimenangkan. Meski akhirnya Gusti Ngurah Rai dan pasukannya gugur dalam perang Margarana, perang Tanah Aron memiliki makna tersendiri dalam sejarah perjuangan melawan NICA di Bali. ‘’Perang Tanah Aron dan sejumlah perlawanan sporadis lainnya bertujuan memecah konsentrasi NICA di Gilimanuk sehingga bala bantuan dari Jawa bisa masuk ke Bali,’’ ungkap Lanang Rai.
Sarasehan diikuti 100 peserta terdiri dari unsur kepemudaan, guru dan sejumlah veteran di Karangasem. Juga hadir Kadis Sosial Karangasem IB Wayan Jungutan, Kadis Sosial Bali Nyoman Puasha Aryana dan Direktur Keperintisan Kepahlawanan Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial (K3KS) Pusat, Muklis Malik. Dalam kesempatan itu, Lanang Rai mengajak generasi muda Karangsem untuk mendalami nilai-nilai sejarah sebagai bekal dalam mengisi kemerdekaan. ‘’Pemuda jangan sampai kehilangan arah,’’ tegasnya.
Sarasehan juga diisi dengan tanya jawab seputar Perang Tanah Aron. Peserta dari kalangan guru berharap perang besar tersebut bisa dibukukan dan dijadikan materi pelajaran kepada siswa.

Perajin Arak Tetap Berproduksi


Komitmen aparat penegak hukum untuk memberangus peredaran minuman beralkohol menjadi polemik di kalangan para perajin minuman tradisional di Karangasem. Bagaimana tidak, para pengusaha rumah tangga yang sudah menggeluti industri dengan memanfaatkan potensi lingkungannya secara turun temurun itu sulit dilakukan. Terutama bagi daerah yang selama ini menjadi sentra produksi arak seperti di Banjar Adat Merita, Kecamatan Abang.
Disamping sebagai mata pencaharian sehari – hari, potensi bahan baku yang berasal dari pohon rontal yang menghasilkan banyak tuak, jika tidak diolah menjadi arak, akan terbuang percuma dengan tidak bernilai ekonomis. Di daerah tandus berbatasan dengan kecamatan kubu itu pohon rontal bisa tumbuh subur. Selain memanfaatkan daunnya untuk berbagai kepentingan, seperti kerajinan atau bahan upacara keagamaan, warga juga mencari tuaknya. Cairan dari batang buah yang diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan cairan sejenis nira itu oleh beberapa warga diminum atau untuk bahan baku pembuatan gula aren. Sementara tuak yang tidak bisa diolah menjadi gula dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arak. Kelian Banjar Adat Merita I Gede Tulamben mengaku produski arak di desanya sudah diwarisi secara turun temurun. Dari 500 KK jumlah penduduk, 98 persen memproduksi arak. Produksi arak tersebut sebagian besar di pasarkan ke berbagai kota di Bali yang juga merambah pasar pariwisata. Bahkan pasarnya juga sampai ke luar Bali seperti Lombok dan Sumbawa. Menurut Tulamben, arak yang diproduksi warga di desanya menjadi tiga jenis, yakni arak lobong, dikenal dengan sebutan arak api atau arak kelas satu. Biasanya arak yang menyala jika dibakar itu digunakan untuk cairan boreh, bagi yang memiliki penyakit reumatik, atau menghangatkan badan saat kedinginan. Sedangkan arak kelas II dan III dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan upacara, atau dipasarkan ke hotel –hotel di Bali oleh pengepul. “Kalau diminum tidak berlebihan, atau tidak dicampur dengan bahan kimia, tidak berbahaya jika dikonsumsi,”ujarnya meyakinkan. Disebutkan harga arak pada masing-masing kelas dan takarannya pun berbeda. Untuk arak kelas super (arak api) harganya Rp 15.000, per liter, kelas II Rp 10 ribu, dan kelas III mencapai Rp 7500 per liter. Dari hasil pembuatan arak bagi warga Merita rata – rata mampu mengantongi keuntungan rata-rata sebesar Rp 20 ribu per hari. Untuk pemasaran, lanjut Tulamben, warga tinggal memasarkan kepada pengepul di desanya yang dibeli oleh pedagang-pedagang kelontongan dengan sistem barter. Warga di desa itu umumnya menukarkan arak dengan sembako seperti beras dan bahan makanan lainnya. Ditambahkan sejak ditertibkannya minuman keras beberapa tahun belakangan ini oleh pihak keamanan, pihak pengepul tidak menampik melakukannya dengan cara kucing – kucingan, agar tidak diketahui oleh aparat keamanan. Meski merugi namun warga tetap berproduksi sembari berharap Pemerintah mencarikan solusi yang bisa menaungi para perajin, hingga tidak dihatui rasa was-was saat berproduksi




KKM Siap - Siap Buka Cabang Dan Swalayan


Manajemen memastikan bakal menghidupkan kembali swalayan yang telah memiliki 3 cabang, di Kecamatan Bebandem, Kecamatan Selat, Kecamatan Manggis dan 1 Trade Center yang sekaligus berada di kantor pusatnya di Jalan Ahmad Yani Subagan. Ketua KKM Nyoman Suwardana, mengatakan pergerakan ekonomi kerayaktan KKM berada di perdagangan umum termasuk swalayan yang dimiliki. Diakui pasca penggerebegan oleh aparat dan pembekuan usaha, banyak barang seperti beras dan makanan serta minuman yang kedaluwarsa dan tidak layak konsumsi. “Barang-barang milik KKM yang masih layak akan kita jual dengan sistem cuci gudang, sedang yang rusak dibuang saja,”ujarnya. Dikatakan pertengahan bulan Agustus ini swalayan yang kini sedang tahap penataan akan dibuka kembali. Demikian halnya swalayan yang ada di tiga cabang lainnya juga akan dibuka kembali untuk mendukung usaha KKM yang mengalami keterpurukan.Sembari meneruskan program pengembalian dana nasabah, pihaknya juga mengaku terus melakukan pendekatan kepada nasabah diajak masuk sebagai anggota baru. Anggota Pansus DPRD karangasem I Nengah Darma punya pendapat lain. Dia minta agar KKM lebih fokus mengembalikan dana nasabah sebelum merencanakan usaha lainnya. Menurut Darma dibukanya kembali KKM adalah untuk memuluskan langkah KKM dalam mengembalikan dana masyarakat.”Kalau uang nasabah sudah dikembalikan semua, silahkan bentuk lagi koperasi yang baru dengan aturan dan dasar hukum yang jelas,”tegasnya. Dia sendiri mengaku khawatir jika persoalan KKM semakin menjelimet karena persoalan pengembalian uang nasabah yang belum kelar akan memicu persoalan baru. Menanggapi hal itu Pengurus KKM I Made Mintaka menerangkan justru dengan dibangkitkannya usaha KKM sebagai salah satu langkah untuk mempercepat pengembalian dana nasabah yang saat ini masih dalam kondisi minus. Dia meyakinkan dengan program yang telah disusun pengurus akan dapat memulihkan kondisi keuangan KKM dalam tempo 6 bulan kedepan. Antrean nasabaha yang ingin mencairkan dananya kembali semakin membeludak setelah pihak menejemen memutuskan mulai mengembalikan dana nasabah diatas Rp 10 juta selain pengembalian dana 10 juta kebawah. Untuk nasabah 10 juta plus dilayani 200 orang dalam sehari, sementara yang datang jumlahnya sampai dua kali lipatnya.”Karayawan KKM minta agar datang besok,”ujar Ni Luh suartini yang urung mendaptarkan aplikasinya karena, tidak kebagian nomer antrean. Nasabah asal Abang, Karangasem ini mengaku sudah tidak sabar ingin menarik uangnya kembali untuk kepentingan keluarga.”Kalau saja dulu tidak ditutup mungkin sudah dua kali play,”ujar nasabah lainnya. Meski demikian nasabah bersangkutan mengaku cukup menyadari konsekuensi yang harus dihadapi KKM.

Orok Hebohkan Pasar


Heboh, Anak Anjing Dikira Orok. Aparat Polsek Bebandem dan Tim medis turun langsung Ke TKP

Seekor Anak anjing menggerekan Seisi Pasar Umum Bebandem, Karangasem, Jumat (31/7). menyusul ditemukannya orok di dekat los pasar buah yang berada di timur pasar hewan. Suasana gempar berubah jadi gelak tawa karena orok yang sempat diduga orok manusia itu ternyata orok kuluk (anak anjing).
‘’Kuluk kat bekelin dasa tali. Sira medue jinahe niki, ambil. (anak anjing dibekali Rp 10.000. Siapa punya uang ini, silakan ambil),’’ kelakar salah seorang warga yang awalnya juga menyangka orok sepanjang 14 cm itu adalah orok manusia.
Sebelum diperiksa tim medis, wajar jika orok tersebut diduga orok bayi yang sengaja dibuang ibunya. Pasalnya saat ditemukan pertama kali sekitar pukul 12.00 oleh pedagang makanan Ni Wayan Reti (45), orok yang sudah mengeluarkan bau tak sedap itu masih terbungkus lapisan ketuban. Secara kasat mata, posisinya mirip seperti bayi mendengkul. ‘’Daripada salah, lebih baik saya laporkan saja,’’ terang Reti yang warungnya persis di samping penemuan orok tersebut.
Lantaran diduga orok, Polsek Bebandem menurunkan nyaris seluruh kekuatannya, dipimpin langsung Kapolsek AKP Ketut Gelgel. Tim identifikasi Polres Karangasem juga langsung didatangkan sebagai proses awal penyelidikan. Ketika warga termasuk petugas sudah yakin itu orok manusia, hasil pengamatan tim medis ternyata berbeda. Dipastikan orok tersebut bukan orok manusia melainkan bayi binatang. ‘’Ada ekornya. Kalau bukan kucit (anak babi-red), kemungkinan anjing,’’ terang anggota tim medis.
Sebelum polisi dan tim medis datang, TKP sudah dipadati warga. Orok itu pun sudah ditutupi kain dengan beberapa lembar uang kertas di atasnya. Uang itu sengaja diteruh oleh beberapa warga untuk mekelin sang orok. ‘’Karena susah untuk mengembalikannya, uang kita serahkan ke pihak bendesa adat di sini,’’ terang Kapolsek AKP Ketut Badra.



Penambangan Batu di Pengadangan Ditutup Paksa


Penambangan batu, di Dusun Pengadangan, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem yang dikelola PT Harapan Jaya atas nama Budi Siong dan dikelola Komang Srinten asal Dusun Pangleg, Jungutan ditutup paksa petugas Sat Pol PP Karangasem. Penyebabnya dalam melaksanakan aktivitasnya, perusahaan yang mengeksploitasi khusus untuk mencari batu yang berukuran besar itu menggunakan beberapa alat berat. Saat diminta menunjukkan ijin, pihak pengelola tak mampu sehingga tanpa babibu Pol PP langsung menyatakan menutup usaha tersebut. Kasatpol PP Pemkab Karangasem, IB Anom Suryadarma mengatakan pihaknya memberi batas waktu tiga hari kepada pengusaha bersangkutan untuk menghentikan aktifitasnya. “Usaha tersebut melanggar Perda 11 Tahun 2000 tentang RTRW,”ujarnya. Dipastikan pula tak mengantongi ijin sehingga tak ada kesempatan lagi selain menghentikan usahanya. Aktivitas yang dilakoni penambang ilegal tersebut sudah memberi dampak yang cukup signifikan terhadap kondisi lingkungan setempat. Suryadarma juga memastikan jika aktivitas penambangan berlanjut akan dapat merusak hutan di atasnya. Galian C di wilayah Karangasem sejatinya merupakan salah satu primadona dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD ). Sedikitnya empat kecamatan jadi pundi pontensial. Diantaranya Kecamatan Kubu, Bebandem, Selat dan Kecamatan Rendang. Tak heran kalau galian C menjadi ikon mutiara hitam dari Bali Timur. Namun tidak sedikit pengusaha yang melakukan pelanggaran baik dari segi ijin usaha maupun lokasi penambangan yang berada di luar wilayah yang ditentukan sesuai perda

Kamis, 30 Juli 2009

Mata Air Surya








Sumber mata air Surya di Rendang ternyata merupakan sumber air langsung jadi (aqua alam), buktinya petani sekaligus pemilik lahan tempat penampungan mata air Surya I Wayan Selamet selama 40 tahun mengkonsumsi langsung air dari mata surya tidak mengalami gangguan penyakit perut. Selamet menuturkan (29-7-09), air jernih mata air Surya keluar dari bawah tebing dan kini ditangkap untuk Suplay air Baku Telaga Waja yag akan dialirkan ke 7 Kecamatan se Kab Karangasem secara gravitasi. Sejumlah mata air yang besar ada di sekitar wilayah Arca Rendang seperti Sumber Air Bangol, Gambar, Celuk, Arca, Gerubug, Iseh dan Surya. Untuk mata air Arca dan Gerubug digunakan warga untuk mengairi subak, sedangkan lainnya dimanfaatka utuk suplay air bersih bagi masyaakat. Setelah dinaikkan ke Reservoar Batusesa air dilanjutkan melalui pipa raksasa ke wilayah Selat untuk disambung sesuai rencana ke 7 Keamatan.Kini ABTW baru sampai di titik Dusun Susut Desa Muncan hingga di Tukad Barak Peringsari Selat. Genset Wilson Set Generator yang digunakan mengangkat air memiliki kekuatan 635 KVA ke Reservooar Batusesa yag berkapasitas 4000m3.

SMA 1 Sidemen








SMA I Sidemen Programkan Pelajaran Subak, Nenun Dan Nyastra Sebagai sekolah yang ada dalam habitat kentalnya tradisi dan budaya Bali, SMAN I Sidemen menjadikan Subak, Nenun dan Nyastra sebagai pelajaran muatan lokal yang diberikan kepada siswa – siswi agar tidak tercabut dari akar budayanya. Kepala Sekolah SMA I Sidemen I Nyoman Suriti, M.Si mengatakan, pemberian pelajaran ekstra maupun pelajaran yag berorientasi kearifan lokal sangat dibutuhkan agar komunitas generasi muda ke depan paham dengan apa yang dimiliki dan terus dapat dilestarikan. Untuk mulok Subak selain anak-anak diperkenalkan dengan sistim operasional subak khusus dalam penataan aliran air di sawah, bertanam padi dan sistim upacara yang beerlaku di lokal setempat, juga diberikan pengetahuan mengenai berbagai tanaman obat atau usadha yang banyak dikenal sebagai tanaman Toga. “Ketrampilan menenun diajarkan cara menenun dengan Alat Tehun Bukan Mesi (ATBM) baik untuk menenu kain songket maupun endek yang merupakan potensi khas Sidemen, sekaligusmemperkenalkan jenis-jenis pewarna alami yang ramah lingkungan dari sumber berbagai tumbuhan,”tambahnya. Sedangkan nyastra, diajarkan ketrampilan menulis lontar, utsawa dharma gita serta pengetahuan sastra Bali lainnya. SMAN I Sidemen memiliki siswa-siswi sejumlah 623 orang dengan jumlah tenaga pendidik dari guru tetap dan tidak tetap sekitar 40 orang. Terakhis SMAN I Sidemen mengantongi prestasi dari tahun 2005 – 2009 sebanyak 95 jenis ditambah berbagai karya tulis, penelitian serta berbagai penghargaan dan keikutsertaan prestasi guru pada kegiatan penelitian dan karya ilmiah ditingkat nasioanal maupun internasional. Atas nama Putu Sudibawa guru Biologi, juga memperoleh penghargaan dan karya akademik sekitar 49 jenis, karya penelitian 8 jenis, dengan puncak prestasi penghargaan dari Saint Edducation Award (Indoesia Toray Sains Foundation tingkat Internasional tahun 2006, Since is Fun Competittion dari Australian Education Centre tingkatInternasional tahun 2005 dan Guru Ajeg Bali (GAB) dari Bali Post tahun 2008.

Tenten Batusesa





















Bergairah, potensi bunga dan busung di kawasan rendang menjadi sasaran pembeli dari luar daerah untuk mengunjungi Tenten Batusesa==

Pasar Tenten Batusesa, Rendang mulai bergairah dengan adanya aktifitas harian para pedagang bunga dan busung. Pasar yang aktif setiap hari dari Jam 08.00 pagi hingga pukul 12.00 siang itu selalu ramai dikunjungi penjual dan pembeli bunga dari seantero wilayah Rendang. Menurut Kelian Banjar Adat yang juga Kordinator Pasar I Wayan Daging, aktifitas pasar bunga dan busung yang berkembang sejak 3 bulan lalu.”Awalnya sengaja hanya diisi dengan 1 timbangan untuk menimbang bunga, namun lama kelamanaan makin ramai didatangi penjual bunga. Penjual bunga datang dari Temukus, Tegallinggah, Batang, Batusesa sendiri,”katanya. Disebutkan dalam sehari sekitar 20 mobil Coll berdatangan mengambil bunga gumitir dan busung biasanya dikirim lagi ke Klungkug, Badung, Denpasar, Gianyar maupun Karangasem. Menurut Daging, setiap hari cukai yang dipungut sekitrar Rp. 500.000 digunakan oleh Banjar Adat untuk mendukung pelaksanaan Program Pendidikan Usia Dini(PAUD). Pertigaan Batusesa kian ramai menyusul dibangunnya SMP 3 Rendang, Adanya Reservoar Bak Penampung Air dari Mata Air Surya untuk Proyek Air Baku Telaga Waja, yang akan didistribusikan ke 7 Kecamatan di Kabupate Karangasem kecuali Rendang. Pasar kecil yang disebut Tenten itu, kini kondisinya kurang layak menampung para pedagang selain atapnya bocor juga perlu diperluas. Untuk itu menurut Kepala Dusun Komang Jata didampingi Wayan Daging, mengharap Pemkab Karangasem dapat mendukung perbaikan ifrastruktur Pasar tersebut sehingga lebih represetatif dalam meunjang aktifitas jual-beli spesialis Pasar Bunga Gumitir dan Busung. Dusun Batusesa yang didukung 225 KK warga setempat, mengandalkkan sumber mata pencaharian dari bertani dengan sumber air sebagian mengambil dari Resevoar Batusesa yang diangkat dari Mata Air Surya Rendang.
KKM Rencanakan Tarik Play Mobil
Nasabah KKM masih diselimuti berbagai pertanyaan terkait kelangsungan program yang akan dijalankan koperasi tersebut. Meski kerap dilakukan sosialisasi terkait pencairan dana nasabah dengan program kerja yang dalam hitungan KKM mampu memulihkan kondisi keuangan dalam jangka waktu 6 bulan kedepan. Namun beberapa nasabah mengaku masih belum jelas soal kelanjutan program yang sebelumnya dijalankan KKM. Program tersebut diantaranya play mobil dan sepeda motor. Ketua KKM I Nengah Suardana menyampaikan bahwa pihaknya akan minta kepada nasabah membayar kekurangannya. Mengingat untuk mendapat kendaraan, sebelumnya nasabah hanya dikenai sekitar 40 persen dari harga kendaraan tersebut. Sementara kondisi keuangan pasca penggerebegan oleh aparat yang masih minus memaksa KKM mengambil langkah tepat menanggulangi kekurangan dana untuk mengembalikan uang nasabah. Salah satunya dengan menarik kembali play mobil dan kendaraan bermotor. Bagi nasabah yang sudah mendapatplay rencananya akan dikenakan biaya tambahan disesuaikan dengan harga jual di dealer resmi. Untuk meringankan beban nasabah, Pihak KKM sendiri kata Suardana akan memberikan solusi bagi mereka yang play kendaraan meminjam pada koperasi simpan pinjam milik KKM. Namun hal itu baru sebatas rencana.”Kita masih mencarikan solusi agar nasabah tidak merasa diberatkan,”ujarnya. Anggota Komisi I DPRD Karangasem I Gede Muna menilai langkah yang diambil KKM minta biaya tambahan bagi nasabah play kendaraan terbilang wajar mengingat beban pengembalian uang nasabah nilainya cukup besar. Selain menarik play mobil, Muna minta KKM menemukan solusi lain untuk menanggulangi masalah tersebut.”Sebelum program berjalan agar disosialisasikan kepada nasabah,”katanya. Dia menuntut agar uang nasabah yang sebelumnya dipakai membayar play kendaraan tersebut agar tetap diperhitungkan. Sementara beberapa nasabah mengaku pasrah menerima hal itu.”Mau bilang apalagi, namanyajuga musibah,”ujar salah satu nasabah. Sementara nasabah yang lain minta agar pengurus KKM terlebih dulu melakukan pertemuan dengan mereka yang play mobil untuk memecahkan masalah ini.”Pengurus jangan mengambil keputusan sepihak, harus dibicarakan dulu dengan nasabah,”ungkap I Nengah Suadi. Dia minta agar KKM juga memikirkan kondisi keuangan nasabah, karena tidak semua yang ngeplay mobil berasal dari keluarga mapan.
Bupati Geredeg Dukung Pameran Bonsai Karangasem
Serangkaian peringatan HUT Proklamasi ke-64 Persatuan Pencinta Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Karangasem menggelar pameran 10 Agustus mendatang. Selain mendapat respon banyak penggemar dan pencinta Bonsai, juga mendapat dukungan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH. Ketua PPBI Karangasem, Wayan Puspa Jaya SE, diwakili Ketua Pameran Bonsai Gst Ngurah Susila, mengatakan, pameran kali kedua ini bukan sekadar pameran biasa. Kendati bersifat local Karangasem, namun pameran yang rencananya akan memajang sekitar 100 bonsai tersebut dilengkapi penjurian dan pemilihan 10 besar bonsai terbaik dalam beragam katagori.”Juri yang memilih the best ten kami datangkan dari tingkat nasional,” jelas Ngurah Susila. Sementara Bupati Karangasem I Wayan Geredeg berharap pemeran bonsai yang digelar PPBI tak hanya dilaksanakan saat-saat memperingati hari kemerdekaan, tapi pameran mestinya dicarikan momentum yang khusus, sehingga karya seni bonsai bisa disaksikanmasyarakat banyak termasuk wisatawan yang melancong ke Karangasem. “Bila perlu setiap tahun diadakan even Bupati Cup,” tegasnya. Menurut Geredeg langkah kreatif seperti itu patut ditumbuh kembangkan sebagai salah satu upaya melestarikan lingkungan hidup.”Penghoby juga perlu ajang menunjukan kreatifitasnya,”tambah Geredeg saat menerima pengurus PPBI Karangasem dan Panitia Pameran Bonsai di ruang kerjanya, Kamis (30/7) kemarin.
Pekat Usulkan Perusda Arak
Polemik arak yang terjadi di Karangasem mengundang keperihatinan banyak kalangan. Legalitas arak yang hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi ribuan produsen minuman tradisional di bumi lahar belum menemukan solusi yang bisa diterima semua pihak. Di satu sisi arak merupakan salah satu sumber pendapatan keluarga. Sementara di lain pihak kitiadaan ijin membuat aparat penegak hukum terus garang memerangi peredaran minuman beralkohol tersebut. Kondisi demikian jelas terasa tidak adil bagi produsen arak yang notabene bermodal kecil. Sementara soal perizinan tidaklah mudah, apalgi biayanya lumayan besar. Polemik yang tak ada ujungnya ini pun mengundang reaksi dari Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat). LSM yang bergerak di bidang kemasyarakatan ini mengusulkan agar Pemkab Karangasem membentuk Perusda yang menampung seluruh arak yang diproduksi pengusaha kecil. ”Biarlah kami yang menjadi talenan, kalau nanti ada masalah, Karena tidak bisa dipungkiri,arak erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di Bali,” ujar Ketua Pekat Bali, Mangku Rama dalam pertemuan antara Pekat dengan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Kamis (30/7) kemarin. Dia berpendapat Persuda sebagai lembaga yang khusus menampung seluruh arak yang diproduksi pengerajin kecil berperan untuk membantu pemasaran dan peredaran arak. Dikatakan seluruh arak yang masuk kelembaga itu, dipilah lagi dan disesuaikan dengan kadar alkohol dan tingkat harga arah pasarnya.”Kalau kadar alkohol tinggi dijual dengan harga tinggi, tentu pembelinya juga kalangan ekonomi tinggi, bukan sembarangan orang,” jelas Mangku Rama. Selain bisa mengontrol produksi dan peredaran arak, Perusda diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Usul dari Pekat Bali ini ditanggapi positif oleh tokoh masyarakat Aabang, I Nyoman Semadi. Dia berpendapat dengan adanya pengonrol peredaran arak, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan sekaligus menepis kesan bahwa arak dapat meracuni kehidupan masyarakat.“Perajin bisa tenang berproduksi, tidak lagi dibayang keresahan karena terus diuber petugas,”terangnya. Bupati Karangasem mendukungusulan tersebut. Namun Geredeg berpesan agar sebelum dilaksanakan agar dibahas lebih dulu dengan aparat dan instansi terkait.”Bila perlu dilokakaryakan agar bisa diterima semua kalangan,”tegasnya. Geredeg beralasan kepentingan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya jangan sampai tersangkut masalah hukum.
Bagian Kesra Sebar Bingkisan Sembako Senilai Rp. 71,7 Milyar
Tantangan mengatasi kemiskinan melalui penurunan angka kemiskinan menjadi pekerjaan rumah berat bagi Karangasem. Kendati baru mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 14,42 % dari 41.826 per bulan Mei 2006 turun 5.905 KK menjadi 35.921 KK pada tahun 2008. Dari masa bakti 5 tahun efektif baru intensif dilaksanakan selama 2 tahun (2006-2008). Melalui Program Pemberdayan Fakir Miskin Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteran Sosial (PMKSA), yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Pengentasan Kemiskinan pada Bagian Kesra Setdakab Karangasem, melalui kegiuatan sosialisasi keliling disertai pemberian bantuan paket sembako (terdiri: beras, gula, kopi, minyak dan bimoli) senilai Rp 71,7 Milyar. Menurut Ka.Bag Kesra Ida Bagus Ngurah, Bsc, penangnan kemiskinan yang menjadi agenda utama pemerintak Kabupaten Karangasem setiap tahun masih memerlukan kerja keras seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah. “Tanpaperan serta masyarakat mustahil angka kemiskinan bisa diturunkan secara sigifikan hingga khir tahun 2009,”’ujarnya. Peran serta masyarakat itu menurut IB Ngurah, dalam bentuk memposisikan status miskin memang bagi warga yang benar-benar tidak mampu, dari segi ketidakberdayaan dalam lapangan pekerjaan, tidak memilikim rumah layak huni serta tidak memilikim aset berharga. Jika masyarakat dengan tulus dan jujur mau membatu masyaakat yang memang benar miskin dan tidak merekayasa data yang ada optimis angka kemiskinan Karangasem dapat dieleminir dan bisa diturunkan secara signifikan.



Pengecer Togel Diringkus

Nekat melakoni bisnis togel membuat Ketut Redika (37) harus berurusan dengan hokum. Warga Dusun Kedungdung, Desa Besakih, Rendang, Karangasem ini ditangkap polisi setelah kedapatan menjual togel TSSM di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya, Kamis (30/7) kemarin.
Redika mungkin bukan pemain besar. Pasalnya saat ditangkap sekitar pukul 13.30, dari tangannya petugas hanya menemukan uang tunai Rp 60.000. Redika tak membantah kalau uang tersebut merupakan uang pasangan para penggemar togel TSSM di kampungnya. Selain uang, polisi juga mengamankan satu bendel kupon putih yang tujuh lembar di antaranya sudah berisi pasangan angka-angka.
Penangkapan pelaku menurut Pahumas Syamsul Hayat seijin Kapolres Karangasem. berawal dari patroli rutin yang digelar dua orang anggota Polsektif Rendang, Briptu Made Puja Widiantara da Briptu Putu Antara. Dalam patroli tersebut, kedua anggota polisi ini mendapat kabar bahwa di Dusun Kedungdung sering terjadi transaksi togel yang dijual oleh salah seorang warga setempat.
Informasi tersebut bukan omong kosong. Tanpa harus bersusah-susah, kedua anggota polisi itu melihat pelaku sedang menjajakan barang dagangannya kepada warga di pinggir jalan Dusun Kedungdung. Saat itu pula pelaku langsung ditangkap lalu diamankan di Mapolsektif Rendang

Rabu, 29 Juli 2009

cuci mobil, kamera lenyap

Hati-hati meninggalkan barang berharga didalam mobil. Apalagi akan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama. Karena setiap detik tangan panjang selalu mengincarnya. Seperti yang menimpa Drs. Dewa Ngakan Gede Pramarta (38) asal Dusun Eka Adnyana, Tianyar Timur, Kubu, Karangasem. Gara-gara meninggalkan kamera dalam mobilnya yang dicuci, korban harus merugi Rp. 2 juta.
Kejadian yang menimpa Dosen disalah satu perguruan tinggi ini baru diketahui sekitar pukul 23.00 wita, malam hari kemarin. Sebelum kejadian sekitar pukul 09.30 wita, korban membawa mobilnya ke bengkel pemandian mobil di Desa Kubu. Mobil korban dimandikan dalam waktu yang cukup lama. Belum selesai mobil dimandikan, korban meninggalkan mobilnya dibengkel tersebut tanpa mengambil kamera merek Nikon yang ditaruh didalamnya.
Sekitar pukul 12.00 wita, korban menyuruh sopirnya mengambil mobilnya dibengkel pemandian. Tanpa mengecek keberadaan barang didalamnya, mobil langsung dibawa kerumah. Malam harinya pukul 23.00 wita, korban teringat dengan kamera yang ditaruh didalam mobil, dan bermaksud akan mengambilnya. Saat dicari kedalam jok tempat menaruh, ternyata Nikon seharga Rp. 2 juta sudah tidak ada ditempat. Akhirnya, korban menyampaikan nasib sialnya ke Mapolsek Kubu. Hingga kini, pelaku pengambilan kamera milik korban belum terendus.

Nguye Dan Ritus Budaya Mahkota


foto, Sajen yang dipersembahkan saat ngunye
Tradisi Nguye Ungkapan Terimakasih Kepada Pitra


Tradisi Ngunya yang dilaksanakan setiap upacara ngaben massal di Desa Pakraman Pesedahan Manggis, hingga kini masih lestari dilaksanakan oleh krama Banjar di tempat pemondokan sawa. Saat pelaksanaan tradisi Ngunya pada pengabenan tahun ini dilakukan (26-7-09) di Balai Banjar Kanginan yang digunakan sebagai tempat mondok kelmpok warga yang melaksanakan upacara pengabenan. Pengabenan Prenawa yang dilaksanakan dengan kegotong-royongan krama Banjar, menjadwalkan pelaksanaan upacara Ngunya sebanyak 2 kali yakni saat upacara Ngaskara (26-7-09) dan H-1 upacara ngaben (27-7-09).

Tradisi Ngunya merupakan tradisi warisan nenek moyang ditujukan untuk memberikan kesempatan terakhir bagi krama Banjar untuk memaafkan sang pitra jika ada kesalahan / kekeliruan yang diperbuat terhadap krama dan belum dimaafkan higga dibawa mati. Sedangkan bagi pratisentana yang ngarepang ngaben (sane meduwe sawa) saat Ngunya berlangsung tidak boleh tidak menyapa krama Banjar yang datang, sehingga secara manusiawi dikandung makna tidak boleh ada permusuhan diantara krama, baik saat ngertiyang yadnya sang pitra maupun setelah upacara ngaben. Pada saat pelaksanaan ngaben maupun acara Ngunya ditetapkan aturan ketat antara lain tidak boleh tidak menyapa krama Banjar, tidak boleh mengangkat lutut saat duduk di banjar, tidak boleh metodtodan / memegang tampul banjar saat berdiri di banjar, harus berbusana adat mesaput, umpal, kamben baju dan udeng (destar), tidak boleh berbicara caah-cauh (ngacuh) di Banjar.

Menurut Kelian Banjar Kanginan Drs. I Ketut Artana, dresta aturan atau awig banjar yang mengatur tatakrama saat pelaksanaan upacara Ngaben, hingga kini masih hidup dan ditaati krama walaupun tidak tertulis. Secara turun-temurun aturan tersebut diyakini dan ditaati sebagai norma etika dan disiplin krama dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya. Jika ada krama yang melanggar dikenakan dedosan sesuai bobot pelanggarannya disepakati dan ditetapkan sesuai hasil perarem. Namun dalam praktek pelaksanaanya tidak ada krama yang kena dedosan kendatipun krama sangat tunduk dengan aturan tersebut.

Penglingsir Desa Pesedahan I Nengah Sariati menyebutkan, dimasa lalu tradisi Ngunya maupu Ngaben berlangsung sangat tertib dan khusuk. Tidak ada krama yang berani piwal/tempal atau melanggar aturan Banjar sehingga pelaksanaan upacara Ngben massal yang dilaksanakan setiap Sasih Karo saban tahun berlangsung dengan lancar. Menurut Sariati, Ngunya itu sediri merupakan wujud silaturahmi antara krama Banjar salig memaafkan dalam arti sebenarnya, menghilangkan rasa permusuhan, dengki, iri dan segala sifat-sifat Asuri Sampat lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk mendoakan arwah pitra agar dapat menempuh jalan ke sunia loka tanpa halangan sesuai amal bakti – karma sanyasa-nya di dunia sekala.

Dalam tradisi Ngunya didahului suaran kulkul banjar disusul sang meduwe karya (pengarep) menyajikan sanganan (kue khas Bali) seperti Kuskus putih, jaje Uli Barak dan Putih, Jaje Abug, Tape, Kelepon dan delapan buah pisang Saba diatur dua biji pada 4 arah menghadap keluar. Penyajian sanganan diatur sedemikian rupa menurut 4 arah mata angin yang akan disantap 4 orang krama dalam satu sele /kelompok Mesanganan. Sebelum Mesanganan Saye Arah Banjat melakukan absensi (Nyacak Krama) Kelian Banjar nangiang atur indik pemargi Mesanganan lan eed ayah-ayah pemargi pengabenan, dilanjutkan atur-pramasuksma lan penyangaskara atur atas keberadaan sang pitra dari wakil krama ngarep ngaben, kepada krama banjar sekaligus mempersilahkan Mesangaan, diawali ngiderang pewacikan (tempat cuci tangan). Dalam suasana Nyacak Krama semua anggota Banjar wajib hadir baik yang dirantau maupun pengayah aktif serta roban banjar (STT Banjar). Hal ini mengandung makna, kesempatan Ngunya setiap tahun saat pengabean diharapkan ada silaturahmi saling berkomunikasi antar krama yang dapat mempertebal kekarabatan penyambrayaan dikalangan internal krama banjar.







RITUS BUDAYA MAHKOTA KEMBALI DIGELAR


Ritus Budaya Mahkota yang diprakasai budayawan Ida Wayan Oka Granoka, kembali digelar dengan mengagendakan 4 ritus yakni Parum Param, Prabaswara, Alokabhasa dan Lingacalaprabha. Menurut sang empunya acara Oka Granoka saat melakukan kordinasi lapangan di Desa Tua Tenganan Pagringsingan (22-7-09) menyebut, tahun ini ritus budaya mahkota mengambil thema esensi mahawindhu kebudayaan abad 21 dengan representasi puncak tujuh abad bineka tunggal ika.
Hal tersebut terkait dengan menyongsong peringatan 64 tahun Hut Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 yang perlu dibangkitkan aura nilainya dalam wujud pencitraan emas mahkota Indonesia merdeka Mahardika. Untuk prosesi itu serangkaian ritus dicanangkan yakni Parum Param berupa gelar dialog pembangkitan roh murni bangsa di Pendopo Puri Klungkung 31 Juli lalu, dilanjutkan ritus Prabhaswara yakni pencerahan murni menyongsong matahari terbit yang mengambil lokasi di Pertigaan Trinadi Desa Adistana Budakeling pada tanggal 1 Agustus 2009.
Rangkaian ritus Prabhaswara dilanjutkan dengan Alokabhasa yakni pencerahan penuh, kulminasi tengah hari dilokasi Padma Mandala Desa Kuno Tenganan Pagringsingan pada siang hari 1 Agustus 2009 serta keesokan harinya disusul ritus Lingacalaprabha yakni melangsungkan acara napak tilas mendaki bukit, menyongsong matahari terbit di puncak bukit Bada-Budu Desa Kuna Tenganan Pagringsingan pada Minggu pagi 2 Agustus 2009.
Prosesi upacara di lokasi desa tua Tenganan akan dimeriahkan dengan pawai – peed sejumlah simbol dan panji-panji serta iringan gamelang khusus 200 alat tabuh Ceng-Ceng yang diusung pendukung acara dari Jalan Raya Candidasa – Tenganan menuju Desa Tua Tenganan Pagringsingan.






Grebeg Aksara Emas Mahkota Bertepatan Saraswati

Kebangkitan energi semesta dari kemurnian desa tua dalam menyongsong masa depan untuk menjadikan desa tua sebagai mata air pembelajaran, setelah 7 abad pasca puncak kebagkita masa kejayaan Majapahit. Kini di era milenium 7 abad kedua yakni abad 21 puncak keemasan mahkota sastra diperingati tepat pada perayaan Saraswati dipusatkan di Desa Adistana Budakeling da Desa Tua Tenganan Pagringsingan.

Menurut pemrakarsa acara Drs. Ida Wayan Oka Granoka saat dikonfirmasi (28/7) mengatakan, makna hakekat pelaksanaan rangkaian grebeg aksara yang diisi dengan rangkaian ritus untuk membangkitkan efek rekonsiliasi nasional Parba Jagat Raya Nusantara. Tahun 2009 ini dilaksanakan prosesi Prabhaswara dilanjutkan dengan Alokabhasa yakni pencerahan penuh, kulminasi tengah hari dilokasi Padma Mandala Desa Kuno Tenganan Pagringsingan pada siang hari 1 Agustus 2009 serta keesokan harinya disusul ritus Lingacalaprabha yakni melangsungkan acara napak tilas mendaki bukit, menyongsong matahari terbit di puncak bukit Bada-Budu Desa Kuna Tenganan Pagringsingan pada Minggu pagi 2 Agustus 2009.

Semantara tujuan yang hendak dicapai adalah membangkitkan kemurnian snergi semesta, belajar dari kemurnian desa tua, untuk menyongsong masa depan yang kini terangkat dalan dialog komunikasi global. Aksara emas mahkota yang dijunjung tinggi dalam simbol Saraswati sumber keagungan sastra, untuk mempertemukan menyatunya ilmu pengetahua barat dan timur. Acara tersebut, juga dihadiri para pencinta dan penggemar budaya nusantara para spiritual dari pelbagai daerah yang memiliki sejarah kejayaan kerajaan masa lalu di beberapa daerah di Jawa seperti Pasundan, Jakarta, Bekasi dsb.

Kabid Seni Budaya Disbudpar Karangasem Ida Ayu Agung Emawati menyatakan dukungannya untuk kelancaran dan kesuksesan acara ritus budaya mahkota tahun 2009. Menurutnya fokus kegiatan di Desa Tua Tenganan sesungguhnya memang ada bisama dari leluhur khususnya Dang Hyang Astapaka pendiri cikal bakal Desa Budakeling yang terkait erat dengan Desa Tenganan. Implementasi selanjutnya setelah acara ritus digelar adalah tumbuhnya pasraman di desa-desa sebagai wahana pembelajaran agama, adat, seni budaya, kesenian sakral maupun menempa moralitas generasi muda.

Acara akan diawali di Desa Adistana Budakeling tanggal 1 Agustus 2009 pagi hari dilepas Bupati Karangasem, selanjutnya rombongan kendaraan menuju ke Tenganan Pagringsingan, dengan start pawai dari Pertigaa Tauman berjala menuju Wantilan Desa Tenganan, diiringi Tabuh Ceng-ceng gebogan, Pasraman berbagai desa dan massa pendukung acara yang datang dengan kesadaran sendiri. Di wantilan acara ceremonial diisi dengan rangkaian ritus budaya hingga eaktu menyogsong matahari terbit di Bukit Bada-Budu pada pagi hari melalui napak tilas.

HUT Koperasi


Tantangan berat, Wabup Lanang Rai menyerahkan bingkisan kepada anggota koperasi, saat perayaan HUT Koperasi ke- 62 di Gedung Sabha Langa, Manggis(29/7) kemarin

Koperasi Hadapi Tantangan Berat Globalisai

Wakil Bupati Gusti Lanang Rai mengatakan pesatnya perkembangan Koperasi di Karangasem, sekaligus merupakan tantangan berat terutama dalam persaingan ekonomi global. Dikatakan pengembangan koperasi merupakan pilihan terbaik untuk mewadahi usaha ekonomi kerakyatan yang mengutamakan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara gotong royong. Demikian dikatakan wabup saat peringatan HUT Koperasi ke 62, di Gedung Sabha Langa, Kantor Camat Manggis,(29/7) kemarin. Menyinggung soal Koperasi yang kolap, Lanang Rai meminta agar dijadikan kajian dan evaluasi sehingga tidak mengimbas kepada koperasi lain yang masih dalam kondisi sehat. ”Jangan sampai yang sehat malah ikut sakit,”katanya. Lanjut Lanang Rai, maraknya perkembangan Koperasi menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi menjadikan Koperasi sebagai wadah perekonomian. Di Karangasem sendiri Jumlah Koperasi, tahun 2004 sebanyak 100 buah, tahun 2009 meningkat menjadi 206 Koperasi, terdiri 10 Koperasi Unit Desa (KUD) dan 196 Koperasi non KUD. Ketua Dekopinda Karangasem I Gede Ngurah Indrayana mengatakan dalam dua tahun terakhir perkembangan Koperasi di Karangasem cukup pesat. Terbukti pada tahun 2008 lalu, jumlah anggota sebanyak 54.000 lebih, sedang tahun ini menjadi 58.000 orang. Disebutkan peningkatan juga terjadi pada usaha yakni, meningkat dari Rp. 545 milyar menjadi Rp. 61 milyar.”Volume usaha dari Rp. 53 milyar menjadi Rp. 68 milyar, SHU juga mengalami peningkatan dari Rp. 1 milyar menjadi Rp. 1,5 milyar tahun ini,”jelasnya. Dia sendiri mengaku bangga dengan Koperasi di Karangasem yang mampu memperoleh penghargaan Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi.”Penghargaan itu agar menjadi cambuk mendorong pemberdayaan koperasi yang lebih berkualitas,”harapnya.



Nasabah Merasa Dipaksa Masuk Anggota
Menejemen KKM, Sebatas Tawaran

Dibalik kepasrahan sejumlah nasbah soal pencairan 30 persen dana Rp 10 juta plus, beberapa diantaranya berpendapat dengan pencairan tersebut otomatis menjadi anggota baru, setelah sisa dana dipotong untuk memenuhi kewajiban membayar simpanan pokok dan simpanan wajib seakan nasabah dipaksa menjadi anggota.”Itu sama saja dengan pemaksaan,”ujar salah satu nasabah di Amlapura. Dia beralasan untuk masuk anggota sifatnya sukarela bukan dengan cara terpaksa. Sementara nasabah lainnya mengaku khawatir seandainya selama enam bulan kedepan KKM belum bisa memulihkan kondisi keuangannya alias kolap, sementara KKM sendiri harus memenuhi kewajiban membayar kredit sesuai rencana meminjam modal pada bank atau lembaga keuangan lainnya anggota ikut menanggung resikonya.”Kalau seperti itu, rasanya berat sekali,”ujar I Nyoman Sutama, nasabah asal Tabanan. Dia berharap agar menejemen mengeluarkan dasar hukum dengan membuat perjanjian baru dengan nasabah, terutama soal sisa uang 70 persen milik nasabah yang masih nyangkut di KKM. Selain mencairkan dana nasabah di bawah Rp 10 juta, menejemen juga berencana untuk mencairkan dana Rp 10 juta plus sebesar 30 persen dengan catatan para nasabah masuk sebagai anggota baru dan membayar simpanan pokok Rp 2 juta dan simpanan wajib 240 ribu per tahun. Dalam hal ini nasabah yang berasal dari luar kabupaten yang menerima tawaran tersebut otomatis direkrut menjadi anggota KKM sementara saat ini koperasi dengan puluhan ribu nasabah itu hanya mengantongi ijin tingkat kabupaten. Menurut Ketua Dewan Pakar Dekopinda Karangasem, I Gede Sandi, Koperasi berhak merekrut anggota sampai keluar kabupaten asalkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya memuat hal itu.”Sah-sah saja punya anggota sampai di luar wilayah asal memenuhi syarat,”ungkapnya. Disebutkan untuk merekrut anggota di luar wilayah, koperasi bersangkutan membuka cabang dengan anggota minimal 20 orang lengkap dengan pengurus. Sementara pengurus KKM, I Made Mintaka menjelaskan perekrutan anggota baru dilakukan karena program cavital investmen yang dipersoalakan tidak dilajankan kembali oleh menejemen KKM, sehingga setatus nasabah diubah menjadi anggota koperasi. Soal tudingan pemaksaan yang dilontarkan nasabah pihaknya menolak hal itu, karena pencairan 30 persen sifatnya tawaran dari menejemen untuk menanggulangi kepentingan nasabah yang membutuhkan uang dalam waktu cepat. Sementara disisi lain menurutnya sebagian nasabah menginginkan KKM untuk hidup kembali.”Kepentingan nasabah disinergikan dengan konteks pemulihan usaha KKM yang membutuhkan modal,”terangnya. Dia meyakinkan dengan modal yang berasal dari 70 persen dana nasabah KKM mampu menjalankan programnya selama 6 bulan masa pemulihan. Dalam jangka waktu tersebut dana nasabah dijadikan tabungan berjangka dan diberikan keuntungan dalam bentuk bunga tabungan. Di bagian lain Anggota Pansus DPRD Karangasem I Nengah Darma mengaku khwatir jika sampai batas waktu 6 bulan, KKM tidak bisa memenuhi kewajibannya malah mengulang kembali kasus sebelumnya. Menurutnya harapan pansus agar KKM menyelesaikan dulu pengembalian uang nasabah tidak sejalan dengan niat pihak menejemen untuk menghidupkan kembali KKM.”Jangan sampai terulang KKM jilid dua,”katanya. Dia mengaku sepakat dengan rencaa tersebut asalkan tawaran pengembalian 30 persen mendapat persetujuan nasabah.”Perjanjian antara KKM dan nasabah soal sisa uang 70 persen juga harus jelas,”tambah Anggota Komisi I DPRD Karangasem I Gede Muna. Demikian halnya dengan unsur paksaan seperti pendapat beberapa nasabah menurutnya bersifat relative tergantung sudut pandang nasabah bersangkutan. Dikatakan bagi yang mau masuk anggota mungkin bukan sebuah persoalan serius, sedang yang tidak ingin menjadi anggota mungkin saja merasakan seperti itu.”Asal semuanya jelas dan suasana tetap kondusif, silahkan KKM menjalankan programnnya,”sambung Muna. Dia minta agar pihak menejeman mensosialisasikan hal itu kepada nasabah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Langgar Sempadan, Pekerjakan Orang Asing
Hotel Siddhartha Jalan Terus
Meski terbukti melanggar sempadan pantai dan berada di luar kawasan pariwisata ternyata hotel Sidhartha dengan fasilitas bintang lima di Desa Kubu, Kecamatan Kubu tetap beroperasi. Bahkan orang dalam menyebutkan ada dua orang warga asing dengan vissa touris ikut bekerja di hotel tersebut. Sumber juga menyebutkan pihak hotel saat ini sedang mengurus soal perijinannya. Terhadap sejumlah pelanggaran yang dilakukan hotel milik Warner Lau, warga negara Jerman itu, menurut Anggota DPRD Karangasem I Nyoman Oka Antara harus ditindak tegas. Namun sayangnya sampai saat ini Pemkab Karangasem belum ada action padahal sudah jelas bentuk pelanggarannya.”Bangunan yang melanggar sempadan harus segera dibongkar agar tidak dicontoh hotel lainnya,”ujar Oka sembari menuding Pemkab tidak tegas. Dikatakan pelanggaran sempadan pantai oleh bersangkutan tidak bisa ditawar-tawar, karena erat kaitannya dengan kelestarian lingkungan terlebih sudah ada aturan jelas yang mengaturnya. Sebelumnya Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan pihaknya sudah sempat menegur pihak hotel. “Propinsi juga sempat melakukan sidak,”terangnya. Namun nyatanya meski ada sejumlah pelanggaran Sidharta Hotel masih terus beroperasi


Selasa, 28 Juli 2009

Pelihara ikan Koi

Ikan koi butuh air mengalir. Untuk mendapatkan ikan yang sehat selain perawatan, suhu air yang tetap terjaga menjadi pertimbangan sebelum memelihara ikan hias jenis ini.







PDIP Siap Rangkul Partai Kecil

PDIP Siap Rangkul Partai Kecil

Meski PDIP Karangasem dengan jumlah kursi hasil pileg 9 April kemarin sangat cukup untuk membentuk satu fraksi, mereka tetap berusaha membangun koalisi. Ketua DPC Gede Dana yang telah memastikan diri lolos sebagai anggota dewan menyatakan partainya siap merangkul partai-partai yang kecil sekalipun untuk membangun kekuatan di parlemen.
Sayangnya, politisi asal Desa Datah, Abang, Karangasem ini belum bersedia buka-bukaan soal rencana koalisi tersebut. Diakui PDIP sudah melobi sejumlah partai yang memungkinkan untuk diajak berkoalisi. Namun partai mana yang telah didekati atau partai mana yang telah mendekat, belum ada bocoran. Dana mengatakan masalah koalisi baru akan diperdalam setelah pelantikan anggota dewan yang baru. Atau bisa juga setelah ada kepastian soal mekanisme pemilihan ketua dewan berikut SK di internal PDIP terkait kriteria kader yang akan diajukan dalam bursa pemilihan unsur pimpinan dewan.

Bandar Boladil Digulung Polisi

Bandar Bola Adil Digulung Petugas

Dua orang bandar judi Bola Adil masing-masing Gede Loler (22) dan Nengah Sudarta (41), keduanya asal dusun / Desa Datah, Abang, diringkus petugas sekitar pukul 13.00 siang kemarin. Saat ditangkap arena bola adil yang dibandari kedua pelaku sedang ramai-ramainya didatangi pemasang Anggota Buser Polsek Abang, Karangasem, menggerebek judi bola adil, selain membuat para bebotohnya lari tunggang-langggang, dalam penggerebekan itu petugas berhasil menangkan masa. Bukan hanya dari bebotoh kelas kakap untuk ukuran dusun setempat, tapi juga remaja dan kakek-kakek. Kedatangan aparat tentu saja membuat mereka menjadi terusik, bahkan sebagian besar langsung semburat kabur menghindari sergapan petugas.
Untungnya, para pemasang bukan menjadi target polisi. Petugas fokus pada sang bandarnya. Buktinya, ketika para bebotoh lain kabur, kedua pelaku tak bisa berkutik karena keburu disergap petugas. Sejumlah barang bukti diantaranya satu buah meja bola adil, dua buah bola adil, empat balok kayu alas meja, satu buah waterpas, satu lembar kain berwarna Kuning, satu botol bedak, perlak kuning tempat uang taruhan dan uang tunai Rp 339.000.
Kedua pelaku berkelit, mengaku tumben menggelar judi bola adil.



Ditinggal ke Pemandian, Rumah Disatroni Maling

Apes nasib Ni Nengah Renia (60) di Dusun Pesangkan, Desa Duda Timur, Selat, Karangasem, Selasa (28/7) kemarin. Maling menyatroni rumahnya hingga nenek malang ini kehilangan uang jutaan rupiah. Saat kejadian korban pergi ke pemandian. Sepulangnya dari mengambil air di sana dia baru menyadari lemari pakiannya yang bnerisi uang Rp 3 juta diobok-obok si panjang tangan. Menurut Renia, sekitar pukul 10.30 dan dua orang tetangganya, Ni Ketut Murti (50) dan Ni Nengah Manis (55), Renia pergi mandi sambil mengambil air untuk keperluan di dapur. Kecerobohan Renia membiarkan pintu kamar nyantol, saat meninggalkan rumah berakibat fatal. Sesampainya di rumah dia melihat pintu sudah dalam keadaan terbuka. Buru-buru dia masuk untuk mengecek gerangan yang terjadi di dalam. Batapa kagetnya dia karena lemari pakaian di kamar tidurnya acak-acakan. Daun lemari yang tanpa kunci itu terbuka lebar. Sementara uang yang disimpan di bawah lipatan pakaian sudah tidak ada di tempat.

Hektaran panili Dirabas


Harga Anjlok, Hektaran Panili Dirabas
Pertani di Dusun Yeh Bunga, Yeh Kori, Bebandem tidak lagi bisa menikmati hasil panen panili yang sebelumnya menjadi andalan mereka. Anjloknya harga pasar membuat mereka enggan mengembangkannya. Malah sejak beberapa tahun terakhir para pemilik tanaman yang saat booming di Kalangan petani itu merabasnya untuk digantikan varietas lain seperti salak dan tanaman buah lainnya, yang dianggap lebih menguntungkan.”Harganya turun terus, kalau ditanami lagi pasti rugi,”ujar Mangku Kantun, petani panili setempat. Menurutnya buah panili basah pada saat sedang masa jayanya sempat lagu dengan harga Rp 250.000, tetapi belakangan anjlok sampai harga terendah Rp 7.000 - Rp 3.000 per kilonya. Belakangan dia mengaku enggan untuk memelihara tanaman tersebut. Lahan yang sebelumnya dipenuhi tanaman merayap itu dibiarkan menjadi tegalan tak menghasilkan. Padahal untuk mendapat hasil, petani panili harus bekerja keras, terutama mengawinkan bunga jantan dan betina supaya bisa menghasilkan buah selain menjaga kondisi tanaman tetap subur. Belum lagi masa tanam yang cukup lama, sekitar 2 tahun sampai tanaman tersebut berproduksi.”Daripada terus merugi, mendingan diganti dengan tanaman salak gula pasir yang harganya lebih stabil,”tambah I Ketut Rabet, petani lainnya. Rabet dan ratusan petani panili di wilayah itu enggan untuk menanam kembali bahan pelengkap masakan tersebut karena biaya produksi tidak sebanding dengan hasil panen. Sebelumnya sempat beredar isu anjloknya harga panili karena para pembeli menyangsikan kualitas produksi petani setempat.”Kabarnya ada panili sengaja ditancapi paku untuk menambah berat timbangannya,”ujar sumber. Sejak saat itu kata sumber harga jual turun drastis.
Kelompok Perajin Dibantu Peralatan Dan Bahan Baku

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Karangasem meberikan bantuan peralatan dan bahan baku kepada 12 kelompok perajin tersebar di 8 Kecamatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktifitas para perajin. Kadisperindag, Karangasem Ni Made Puspa Kumari, menyebutkan bentuan diberikan dalam bentuk peralatan dan bahan baku, seperti bantuan bahan baku ate kepada Kelompok Perajin Anyaman Ate Seraya Timur. Selain itu Perajin canang di Desa Abang juga kebagian bantuan dalam bentuk modal kerja. Perajin Tindik Temega Sukra Padangkerta, Pande Besi Basangalas Abang, Pengolahan buah kelapa Jungutan Bebandem, Perajin Ukiran Kayu Giri Sekar Abian Tiing Bebandem, Anyaman Ate Selat dan Duda Utara, Perajin Lontar Tianyar Tengah Kubu, Perajin Patung Kayu Pempatan rendang dan Perajin Perak Telaga Tawang Sidemen kebagian peralatan kerja.”selain alat kerja perajin juga diberikan bantuan dalam bentuk bahan baku,”kata Pusparini. menurutnya bantuan yang diberikan dalam bentuk peralatan dan bahan kerja hanya bersifat rangsangan, untuk mempercepat proses produksi untuk memenuhi pesanaan atau order dari konsumen. Untuk memenuhi pesanan kata Pusparini diperlukan kecepatan baik tepat waktu, tepat jumlah, tepat design, tepat harga dan tepat mutu.”Kemampuan perajin mendekatkan pasar dan membawa pasar lebih luas dengan memanfaatkan sarana promosi internet, juga memegang peran yang sangat penting,”terangnya. Dengan kerjasama membantu para pengerajin diharapkan dapat ditumbuhkan budaya kemandirian dalam berusaha.

Nasabah KKM 10 Juta Plus Pasrah


Nasabah 10 Juta Plus Pasrah
Nasabah KKM yang memiliki aset sepuluh juta kebawah boleh sumringah karena bisa menikmati uangnya hingga 100 persen. Sementara tidak bagi mereka yang menanamkan modal diatas Rp 10 juta yang hanya bisa mencairkan maksimal 30 persen, sesuai tawaran yang diberikan KKM. Sebagian dari mereka mengaku pasrah dengan tawaran tersebut.”Lumayan untuk bayar cicilan, ketimbang tidak sama sekali,”ujar I Wayan Simpen. Nasabah yang berdomisili di Kecicang, Bebandem ini mengaku menerima tawaran tersebut karena harus memenuhi kewajiban membayar bunga hutang pada rentenir mengingat uang yang ditanam adalah hasil pinjaman dengan bunga cukup tinggi. Dia hanya berharap pihak KKM bisa memberikan jaminan keamanan sisa uang yang masih ngakut. Sejumlah nasabah lainnya mengatakan hal senada. Mereka berharap KKM bisa memberikan jaminan atas kelangsungan 70 persen dari uang mereka yang masih tertinggal. Sebelumnya pengurus KKM I Made Mintaka menerangkan sisa uang nasabah rencananya akan dijadikan uanga jaminan bagi KKM untuk mendapat akses kredit di Bank maupun lembaga bukan Bank sebagai modal operasional koperasi dengan puluhan ribu nasabah itu. Pihak KKM sendiri menjanjikan akan memberi keuntungan dalam bentuk bunga tabungan berjangka dengan besaran disesuaikan dengan nilai SBI. Nasabah yang hanya menarik 30 persen uangnya secara otomatis dijadikan anggota koperasi setelah mendaftar ulang dan memenuhi kewajiban membayar simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Meski sebagian mengaku pasrah namun beberapa nasabah merasa tidak yakin jika dalam tempo 6 bulan KKM bisa eksis menjalankan programnya.”Kalau dalam perjalanannya nanti KKM tidak mampu membayar kewajibannya di Bank, siapa nanti yang menanggung,”ujar salah satu nasabah. Dia mengaku khwatir ketika KKM mengalami kerugian, pinjaman di lembaga keuangan malah akan dibebankan kepada anggotanya. Anehnya ketua KKM I Nyoman Suardana enggan berkomentar ketika hendak ditanyai soal itu. “Agar situasi kondusif, biarkan proses ini jalan, nanti kami akan memberikan informasi yang jelas,”ujarnya. Nasabah 10 juta plus yang mendaftar ulang menerima tawaran menejemen KKM sampai sore kemarin, terus berdatangan. Kepada mereka diberikan tanda terima untuk dibawa dalam proses pencairan yang rencananya akan dilakukan sepuluh hari setelah pendaftaran ulang.

Senin, 27 Juli 2009

Demam Facebook

Asyik berfacebook ria

Remaja di Karangasem belakangan lagi demam facebook. Tak peduli duit di saku digerogoti terus untuk sewa internet namun tetap asyik jalin hubungan di dunia maya. Uniknya anak -anak dan orang dewasa tak mau kalah. Kondisi itu juga dibaca pengusaha bengkel Autotama Mobil, I Wayan Sutama yang menyediakan fasilitas internet bagi pelanggannya yang kebetulan datang untuk merawat kendaraannya di bengkel yang berlokasi di jalan raya jasri itu.

10 juta Plus=30 Persen


foto, Dikembalikan 30 persen, nasabah dengan aset Rp 10 juta plus mulai mendaftar sebagai anggota baru


Antrean nasabah yang ingin mencairkan uangnya kembali menghiasi areal gedung KKM di Jalan Ahmad Yani Subagan. Secara umum pengembalian uang nasabah KKM Rp 10 juta kebawah sampai sore (27/6)kemarin masih berlangsung cukup lancar. Pihak menejemen sendiri menawarkan kepada nasabah dengan aset Rp 10 juta plus bisa menarik uangnya kembali sebesar 30 persen. Sementara sisanya untuk sementara diendapkan untuk kepentingan modal usaha koperasi bersangkutan. Pengurus KKM, I Made Mintaka menjelaskan pencairan 30 persen tersebut untuk menanggulangi kepentingan nasabah yang membutuhkan uang cepat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menurutnya langkah tersebut diambil hasil koordinasi intern pengurus dan tiga tim yang dibentuk KKM.”Kami menawarkan solusi kepada nasabah untuk mencairkanuangnya 30 persen, sementara sisanya akan dijadikan tabungan berjangka dipotong simpanan pokok dan simpanan wajib anggota,”ungkapnya. Dikatakan dalam hal ini ada dua kepentingan yang tidak bisa diabaikan, yakni kepentingan nasabah yang butuh uang cepat, sementara di pihak lain KKM butuh soskongan dana pada masa pemulihan hingga 6 bulan kedepan. Mintaka mengatakan dana 70 persen milik nasabah yang diendapkan tersebut nantinya akan dijadikan block saving untuk jaminan kredit pada Bank atau lembaga keuangan lainnya dalam upaya menjalankan bisnis KKM. Kontan saja tawaran tersebut mengundang beragam reaksi dari nasabah. Beberapa diantaranya hanya mengaku pasrah, sementara yang lain masih belum yakin jika KKM bisa menjalankan programnya.”Mau bagaimana lagi, kami ikut saja,”ujar Nengah Suardiana. Nasabah yang berdomisili di Amlapura ini mengaku pasrah asal uangnya bisa cepat kembali. I Nyoman Sutama, nasabah asal Tabanan yang juga seorang guru di salah satu SMA di Karangasem ini, menuntut KKM memberikan jaminan keamanan pada uang yang masih mengendap dan kepastian bunganya.”Kami ingin KKM transparan dan memberi jaminan keamanan bagi uang yang masih nyangkut di KKM,”ungkapnya. Sementara I Komang putra, nasabah lainnya tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya karena sebelumnya sempat merebak isu ramalan, bahwa di Bali timur akan menangis darah.”Kami khawatir ramalan itu terjadi, seandainya KKM tidak bisa mengembalikan uang nasabah,”ujarnya. Dia menuntut kejujuran pengurus KKM dalam menjalankan programnya kedepan. Menanggapi hal itu pengurus tim sosialisasi KKM, I Made Minrtaka menambahkan payung hukum tabungan berjangka dinaungi PP No 5 tahun 1995. Sementara langkah untuk mengendapkan 70 persen uang nasabah Rp 10 juta plus menurutnya untuk langkah menyehatkan KKm dalam upaya mengembalikan dana nasabah. Kepada nasabah yang mendaftar sebagai anggota baru nantinya akan diberikan fasilitas bunga disesuaikan dengan standar SBI, yang akan dibagikan kepada nasabah dalam jangka waktu 6 bulan. Sementara keuntungan dari usaha diberikan dalam bentuk bonus perdagangan yang disesuaikan dengan persentase keuntungan dari usaha KKM. “Posisi anggota yang notabene adalah pemilik koperasi, sebenarnya sangat kuat. Selain punyak untuk mengawasi, anggota juga punyak hak suara manakala pengurus KKM melenceng dari program yang telah direncanakan,”tegasnya. Dari data terakhir, sampai sore kemarin dalam catatan KKM, tercatat 129 orang sudah terdaftar sebagai anggota baru dengan aset mencapai 11,3 Milyar.(rah)

Sidarta Dikeluhkan



Seabrek pelanggaran yang dilakukan Hotel di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Karangasem mendapat sorotan banyak pihak. Sayangnya belum ada action yang dilakukan Pemkab Karangasem terhadap Hotel bodong milik Werner Lau warga berkebangsaan Jerman. Nyoman Oka Antara, Sekretaris Komisi II DPRD Karangasem, I Nyoman Oka Antara menuding Bupati Geredeg tidak tegas. Karena dari hasil sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran yakni melanggar sempadan pantai. Disebutkan, keberadaan Hotel terbesar yang rencananya dibangun berbintang lima delapan buah bangunannya juga dan sebuah kolam renang yang telah beroperasi melanggar sempadan pantai sehingga menurut Oka keadaan bangunan yang melanggar ini harus segera dibongkar. Sementara itu, pelanggaran berada diluar kawasan wisata mungkin bisa ditolerir dengan pertimbangan lain. Tetapi pelanggaran sempadan pantai yang mengakibatkan hotel ini tidak mendapatkan ijin tidak bisa ditawar-tawar.

Motor Adu Jangkrik, satu Tewas

Lagi Motor Adu Jangkrik
Satu Tewas
Kecelakaan lalu lintas yang dipicu akibat mabuk minuman keras kembali terjadi yang Kejadian naas yang menewaskan I Gede Merta Sari (26) asal Dusun Kanginan, Selumbung, Manggis, Karangasem, terjadi Minggu (27/7) sekitar pukul 00.30 wita dini hari dijalan umum Amlapura-Candidasa tepatnya di depan Balai Banjar Sampiang, Desa Jasi, Amlapura. Informasi di TKP, saat kejadian Korban yang saat itu datang dari arah Amlapura mengendarai sepeda motor Honda Grand DK 2702 SE. Sementara lawannya, Azwar Hakim (23) asal Lingkungan Dangin Sema, Amlapura yang dalam keadaan mabuk mengendarai sebuah Shogun DK 6133 SF. Ketika itu, Hakim datang dari arah Candidasa. Setibanya di TKP, Hakim yang dalam keadaan linglung membawa motornya dengan kecepatan tinggi dan mengambil haluan terlalu ketengah. Padahal keadaan jalan di TKP menikung. Akibat terlalu ketengah, Merta Sari yang kebetulan datang dari arah berlawanan langsung kedodoran sehingga kecelakaan adu jangkrik tidak terhindarkan. Korban Merta Sari mengalami luka serius dibagian kepalanya. Kepala belakang korban robek dengan luka serius disekujur tubuhnya dan tewas di TKP. Sementara Azwar Hakim masih memiliki nasib yang lebih baik. Hakim hanya mengalami luka robek di dahi, telinga hidungnya mengeluarkan darah dan kesadaran dirinya mengalami penurunan dan kini dirawat di RSUD Karangasem. Karena kondisinya makin parah, Hakim kini dirujuk ke RSUP Sanglah.

Minggu, 26 Juli 2009

lintas kriminal

Bawa Arak 20 Botol Dibekuk Aparat

Wayan Sudiarta,40 asal dusun Tiingan, bebendem, tertangkap basah membawa 2 jirigan miras jenis arak tanpa ijin. Penangkapan ini berawal dari lidik miras yang dilakukan Unit Buser Polres Karangasem di Kecamatan bebendem lalu. Saat petugas sedang melakukan lidik polisi menemukan pelaku sedang membawa dua buah jiringan dengan menggunakan sepeda motor pukul 18.00 wita lalu. Polisi langsung menghentikan pelaku. Setelah di periksa ternyata dugaan petugas benar. Barang yang dibawa pelaku adalah miras jenis arak. Petugas sempat menanyakan ijin edar barang haram tersebut namun tidak mampu ditunjukan pelaku.Akibatnya polisi langsung mengamankan pelaku dan barang bukti sebenyak 20 botol miras. Namun setelah dilakukan pemeriksaan polisi akhirnya melepas pelaku. Hanya saja dilepasnya pelaku bukan khasus ini damai. Tetapi polisi melepas sementara dan kepada pelaku dikenakan wajib lapor.


Adu Jangkrik, Dua Pengendara Motor Sekarat

Jalan berliku di jalur jalan umum Dusun Muntigunung hingga Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, menelan korban. Dua orang pengendara sepeda motor sekarat setelah terlibat tabrakan adu jangkrik di Dusun Kerta Buana, Tianyar Barat, Sabtu (25/7) siang.
Kedua korban masing-masing pengendara Honda Supra DK 3254 SF, Ketut Yasa (19) asal dusun setempat dan pengendara Honda Vario DK 8424 EY Made Suteka (16) asal Dusun Muntigunung. Keduanya mengalami cidera kepala dan pendarahan dari hidung dan dilarikan ke RS Kerta Usada Singaraja.
Informasi yang dihimpun, Minggu (26/7) kemarin, menyebutkan, lakalantas berawal ketika Yasa datang dari arah Muntigunung menuju Tianyar Barat. Setiba di TKP yang jalannya menikung tajam ke kiri, Yasa yang melaju kencang tak bisa menguasai kendaraannya. Sepeda motornya melaju terlalu ke kanan hingga melewati as jalan. Padahal, saat bersamaan dari arah berlawanan datang Suteka. Pelajar SMA ini juga melaju dalam kecepatan tinggi. Akibatnya tabrakan adu jangkrik tak bisa dihindarkan mengakibatkan kedua pengendara terpental ke aspal.
Warga yang melihat kejadian tersebut segera mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat. Karena luka mereka cukup serius, tim medis memutuskan merujuk keduanya ke Singaraja. Selain cidera kepala dan pendarahan di hidung, kedua korban juga mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuh mereka. Suteka juga mengalami retak pada tulang rahangnya.

Ekonomi Bisnis


===Awet, perawatan kendaraan dengan poles body mulai digunakan pada sepeda motor==
Sistem Poles Body Mengawetkan Cat Kendaraan
Teknologi perawatan sepeda motor, semakin maju. Keinginan untuk memiliki sepeda motor yang selalu tampil kinclong tidak lagi mahal. Pemilik sepeda motor tidak harus mengecat kembali kendaraannya yang kusam karena saat ini sudah ada sistem perawatan khusus yang dikenal dengan sebutan poles body. Sistem perawatan cat kendaraan yang sebelumnya digunakan dalam merawat cat mobil agar selalu mulus tanpa goresan dan bersih mengkilat itu belakangan juga digunakan untuk merawat cat sepeda motor. I Ketut Budi, Karyawan bengkel Autotama Motor yang biasa menangani poles body mengatakan sistem ini belum banyak dikenal masyarakat, namun tidak sedikit yang sudah membuktikannya. Menurut Budi, kendaraan yang dipoles akan terlihat tetap mengkilat hingga selang waktu 8 bulan hingga 1 tahun. Sementara prosesnya pun tidak memakan waktu lama.”Prosesnya cepat, 3 jam sudah beres, dan harganya cukup murah,”Ujar Budi. Beberapa tahapan yang harus dilalui seperti sanding, pengamplasan dengan tree M type 2000. Setelah permukaan body kendaraan dihaluskan, lalu di kompon. Kemudian goresan atau guratan sarang laba-laba pada cat kendaraan yang biasanya diakibatkan bekapec proteck atau karena pengaruh sinar ultraviolet terik matahari dilakukan blessing dengan menggunakan lampu higt canon berkekuatan 5.500 watt. Terakhir untuk menahan daya kilap pada cat kendaraan dilakukan langkah air glas. Dikatakn jika melakukan cat ulang, para pemilik kendaraan bisa menghabiskan biaya hingga ratusan ribu rupiah, dengan sistem ini jauh lebih murah.”Sekali poles biayanya haynya Rp60 ribu,”katanya. Pemilik Autotama Automotf Service, I Wayan Sutama mengatakan sistem ini sangat efektif untuk memelihara cat kendaraan. Diakui belum banyak yang mengelanya, karena memang baru dilakukan pada sepeda motor.”Inovasi yang kami lakukan semata-mata untuk memuaskan pelanggan,”sambungnya (rah)

Harga Naik, Petani Mete Cemberut
Harapan petani mete di Kubu, untuk menikmati kenaikan harga produksi, pupus. Ketika harga mulai beranjak ternyata tanaman milik mereka jumlahnya semakin sedikit akibat serangan hama yang menghancurkan puluhan hektare tanaman mete di wilayah tersebut. Jika pada musim panen tahun lalu harga biji mete dijual Rp 5000 per kilogram, saat ini naik hingga dua kali lipat sampai 10.000 per kilonya. Namun sayang produksinya turun derastis karena serangan jamur akar putih (JAP) beberapa waktu lalu cukup dahsyat. Banyak tanaman mete melik petani saat itu mati, ketika dicabut akarnya membusuk. Pada akar ditemukan semacam jamur yang warnanya putih.”Harga memang naik, tetapi produksinya turun derastis,”kata pengepul biji mete asal Urabaya, Kubu, Nyoman Kandra. Dikatakan permintaan biji mete dari luar daerah saat ini cukup tinggi, namun ketersediaannya sangat terbatas. Petani mete I Nengah Sana, menambahkan serangan jamur akar putih sejak lima tahun terakhir menyebabkan jumlah pohon mete terus berkurang. Warga biasanya mengganti tanaman yang sebelumnya menjadi primadona di lahan keritis itu dengan jagung atau kacang- kacangan. Namun hasilnya jauh lebih rendah dibanding tanaman mete. “penyebaran jamur mematikan itu begitu cepat, hingga banyak tanaman mete meranggas lalu mati,”keluh petani yang sebelumnya memiliki 1 hektare pohon mete ini. Dia sendiri mengaku tidak ahabis pikir, ketika sudah tidak memiliki pohon mete, harganya malah meningkat.(rah)

politik ekonomi


===Mudah dimodifikasi, puluhan pengendara Vario memeamerkan kendaraannya sebelum parade keliling kota Amlapura(26/7) ==
Parade Vario Ramaikan Kota Amlapura
Kreatifitas pengendara sepeda motor matic di Karangasem, memodifikasi kendaraannya patut diacungi jempol. Penghobi yang rata-rata usia remaja menunjukan kebolehannya dalam merawat dan memodifikasi kendaraan mereka di ajang parade Vario yang digelar Cemerlang Motor, salah satu dealer resmi Honda, di Karangasem. Puluhan motor matic Honda Vario yang dominan warna putih melintas seputaran kota Amlapura(26/7) kemarin. Kontan iring-iringan sepeda motor yang dikenal irit bahan bakar dan berbagai keunggulan itu mengundang decak kagum warga kota.”Minat masyarakat menggunakan motor jenis matic cukup yinggi, terbukti dalam sebulan laku hingga 60 kendaraan,”ujar Putu Mahendra, Marketing Cemerlang Motor. Lanjut Mahendra selain harganya terjangkau, ketersediaan suku cadang dan model yang mengikuti trend menjadi pilihan bagi pengendara. Kegiatan tersebut menurutnya selain sebagai ajang silahturahmi juga untuk mewadahi kreatifitas pengendara dalam memodifikasi kendaraan mereka. Kepada peserta parade, pihak panitia juga meberikan pengetahuan seputar perawatan kendaraan, fasilitas bensin dan cuci motor geratis.(rah)

Gede Dana, IGA Mas Sumantri, Nyoman Celos, IB Mahadewa berpeluang Pimpin DPRD Karangasem

Partai Moncong putih belum mmemutuskan atapun menemukan kata sepakat soal nama yang akan diusung dalam bursa calon pimpinan ketua dewan di DPRD Karangasem.
Nama Ketua DPC Gede Dana, tentunya menjadi kandidat kuat untuk mereka perjuangkan menjadi orang nomor satu di lembaga legislatif tersebut. Melihat fenomena dan dinamika yang berkembang, Gede Dana bukanlah satu-satunya figur di PDIP Karangasem. Ada nama IGA Mas Sumantri yang juga mendapat dukungan kuat dari kader banteng termasuk pengurus di struktur organisasi DPC PDIP Karangasem. Srikandi yang saat ini duduk sebagai Ketua Iwapi (Ikatan wanita pengusaha Indonesia) Karangasem ini cukup potensial untuk menjegal nama Gede Dana. Bagaimana pun mekanisme pemilihannya nanti, Mas Sumantri tetap saja menjadi salah satu kandidat kuat.
Selain Gede Dana dan Mas Sumantri, sejumlah nama di luar PDIP juga sangat layak menahkodai DPRD Karangasem. Di Golkar yang menjadi pemenang kedua, ada nama Nyoman Celos. Politisi muda ini punya potensi untuk lebih memajukan lembaga DPRD Karangasem. Namun melihat dinamika politik di tingkat pusat, Golkar bersikap realistis menyikapi suksesi pemilihan ketua dewan nanti. Partai Demokrat dan PNI yang meloloskan masing-masing 4 kadernya dalam pileg lalu, juga punya peluang. Cuma dari kedua partai itu, Partai

Sabtu, 25 Juli 2009

Ekonomi Budaya

Foto, warga di dataran tinggi(lereng Gunung Agung) memanfaatkan cubang communal untuk persediaan air minum di musim kemarau. Saat ketersediaan air terbatas mereka rela antri berjam-jam untuk menerima bagian. Untuk mencapai lokasi tentu tidak mudah bahkan jaraknya beberapa kilometer dari tempat tinggal ditempuh dengan berjalan kaki.
Kurangi Mati Sia-Sia, Dishub Gelar Lomba Pemilihan Akut


Kepala Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran Drs. I Made Sosiawan mengatakan, lomba pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (Akut) hendaknya tidak menjadi ajang adu gengsi, tetapi lebih merupakan sarana pembinaan karena sulit memperoleh Akut teladan secara instant. Dikatakan, seleksi dilakukan terhadap pengemudi atau awak kendaraan umum dan pariwisata. Upaya menciptakan profesionalitas akut mengingat angka kecelakaan sesuai data Propinsi dalan 1 hari menelan korban jiwa 1,5 orang sehingga dalam 1 tahun mencapai 1.000 orang. Jika diaudit korban kecelakaan dari sisi produktifitas yang hilang maka sangat besar aset hidup dan produktif yang sia-sia akibat kelalaian di jalan raya.



Pemantapan Otda


Wabup Karangasem Drs. I Gusti Lanang mengatakan Otonomi Daerah bermakna penting dalam memantapkan amanat UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sekaligus dapat lebih menjamin pelaksanaan azas desentralisasi dalam sistim kenegaraan.
Menyikapi perguliran makna otonomisasi itu, ditegaskan Wabup Lanang Rai, perlu diambil langkah sesuai tupoksi untuk mewujudkan otonomi daerah secara bersama-sama guna mengeleminir terjadinya konflik yang bersifat kedaerahan.


Pengenalan Get Ball


Ketua Umum Getball Bali Gusti Arsana mengatakan masyarakat Karangasem memelukan waktu untuk memahami olahraga ini. Dan jika sudah paham dan mulai mencintainya maka masyarakat Karangasem bisa menjadi salah satu pengembangan olahraga asal Australia tersebut. Sementara soal pasilitas menurut Arsana, Karangasem dinilai sudah memiliki. Untuk mengembangkan olahraga ini hanya diperlukan lapangan rata dengan ukuran 15 kali 20 meter. Sementara peralatan lainya seperti satu buah stik, golpool dan 10 buah bola. Bola dengan nomor ganjil berwarna merah dan nomor genap dengan warna putih. Sementara untuk sekali gol mendapatkan lima poin. Permainan olahraga ini adalah perpaduan dari olahraga Golf dan Biliar sehingga dipredisksi akan sangat menantang bagi penggemar golf juga biliar.
Untuk diketahui olahraga ini dikembangkan di Bali sebenrnya sudah cukup lama yakni sekitar 15 tahun lalu. Hanya saja perkembanganya terkesan jalan ditempat. Olahraga ini hanya trend dikalangan orang Jepang di Bali. Maklum karena olahraga ini dikembangkan pertama kali di Bali olah orang Jepang. Kini olahraga tersebut sudah cukup populer di Denpasar. Malah kini sudah terbentuk pengurus Pengda atau DPD sejak itu perkambanganya kini malah sudah masuk ke sekolah sekolah. Malah beberapa sekolah mengembangkan olahraga ini sebagai ektra kurukuler sekolahnya. Sementara itu dari Denpasar Gettball kini juga sudah berkambang ke Singaraja dengan dipolopori IKIP Singaraja dan beberapa sekolah umum. Target kedepan sesuai dengan amanah organisasi gettball dunia (WGU) olahraga ini bisa berkembang di dunia. Sekarang ini sudah beranggotakan 10 negara. WGU sendiri secara rutin melakukan pertamuan untuk mengembangkan olahraga yang banyak digemari para lansia di Jepang tersebut.



Penyandan cacat Diajari Buat Payung Bali


Dinas Sosial Karangasem terus berupaya keras memberikan ketrampilan bagi penyandang cacat di Karangasem. Salah satu yang mereka berikan adalah dengan memberikan latihan membuat payung Bali. Terlabih untuk payung seperti ini di Bali banyak dibutuhkan untuk keperluan ritual dan artistik. Hal ini dibenarkan Kadis Sosial Karangasem IB Wayan Jungutan. Diakuinya sekarang ini ada 15 orang penyadang cacat dari Panti Asuhan Loka Bina Karya Amlapura yang mendapat pelatihan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangkitkan semangat para penyandang cacad agar bisa mendiri. Dengan melatih ketrampilan seperti ini para Penca bisa dioptimalkan produktifikasnya minimal untuk bisa menolong dirinya sendiri

Jumat, 24 Juli 2009

Hari Anak Nasional




Perayaan Hari anak Nasional ditandai dengan pelepasan Balon.
ASKES Ramaikan Perhelatan Olah Raga HUT RI Ke 64
PT. Askes Cabang Klungkung, menyemarakkan pembukaan kegiatan olahraga serangkaian Hut Kemerdekaan RI ke 64 di Lapangan Tanah Aron Amlapura (24/7) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Senam Ayo Bangkit diikuti seluruh PNS di Jajaran Pemkab Karangasem dan siswa-siswi SMA Kota Amlapura, Pelepasan Sepeda Keliling Bali diikuti 17 orang dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia Karangasem, Door Price serta pelayanan Medical Check Up. Kepala PT. Askes Cabang Klungkung dr. I Putu Gede Widnyana, mengatakan pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis (Medical Check Up) bagi PNS peserta Askes, merupakan bentuk pelayanan promotif dan preventif PT.Askes menggandeng Laboratorium (Lab) Prodia Denpasar Bali. “Awalnya hanya melayani secara terbatas pada segi pengobatan, sekarang dirintis pelayanan secara pencegahan ( preventif - promotif ) graris,”ungkap Widnyana. Acara yang digelar disamping peringatan Hari Ulang Tahun Askes sekaligus dikaitkan dengan mengisi Hut NKRI dan Kota Amlapura. Selain memberikan pelayanan kesehatan gratis PT Askes juga memanfaatkan kesempatan secara proaktif memberikan pelayanan kartu Askes bagi peserta yang belum lengkap dan memiliki kartu Askes dengan target pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kuota yang ada. Untuk usia diatas 40 tahun yang memiliki tingkat risiko tinggi dalam segi kesehatan diperkirakan sekitar 3500 orang, namun hingga kini baru dijangkau sekitar 3 persennya. Disebutkan, peserta Askes dari kalangan PNS secara rutin perlu memperoleh pelayanan ekstra secara proaktif dengan mengunjungi ke Kabupaten-Kabupaten sehingga peserta Askes dari kalangan PNS merasakan bentuk pelayanan. Sementara Ketua Panitia kegiatan, I Wayan Yastra, SH mengatakan, pelaksanaan pembukaan kegiatan olahraga terkait peringatan Hut RI ke 64, Hut Propinsi, Hut Kota Amlapura ke 39 dan Hut Askes ke 41. Disebutkan kegiatan cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Olahraga Tri Lomba Rekreasi antara lain Lari Karung, Lari Bawa Kelereng dengan Sendok dan Mancing botol, Olahraga Tradisional antara lain Hadang, Dagongan dan Tarik Tambang, Senam Ayo Bangkit, Gerak Jalan Pelajar, Gerak Jalan Umum, Bola Volly dan Tour Sepeda Keliling Bali.



Lintas Kriminal

Inova Vs Truk
Dua Korban Luka Parah

“Sehebat apapun pengemudi, tetap tidak bisa mengendalikan kendaraan di depannya,” Ungkapan itu sepertinya tepat untuk pengendara di jalan umum. Untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan pengendara lain baik di depan atau di belakang. Agar tidak terulang kasus yang kerap menelan korban jiwa. Seperti kecelakaan lalulintas di jalur Amlapura-Singaraja tepatnya Lingkungan/Kelurahan Padangkerta, Karangasem, siang kemarin. Mobil Toyota Inova silver BE 2433 DL dengan enam penumpang adu jangkrik dengan truk DK 9582 SE. Akibatnya penumpang Inova masing-masing sopir Made Wardana (37tahun) dan Komang Wirya (23) beralamat di Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung luka parah. Kondisinya yang sangat kritis, memaksa keduanya dibawa ke RS Sanglah dalam kondisi tak sadarkan diri. Informasi yang dihimpun, kemarin, menyebutkan, kejadian sekitar pukul 14.30 tersebut berawal ketika Wardana bersama anggota keluarganya yang sedang liburan ke Bali datang dari arah Tirtagangga menuju Amlapura. Setibanya di TKP persisnya di depan warung Gusti Ayu Kerta, mobil Inova yang mereka tumpangi melaju terlalu ke kanan hingga melewati as jalan, saat bersamaan dari arah berlawanan (Amlapura menuju Singaraja-red) datang truk kuning DK 9582 SE dikemudikan Nyoman Budiarsa (26) asal Lingkungan Ampel, Karangasem. Laju kendaraan yang sama-sama kencang berujung pada tabrakan adu jangkrik. Inova terpental dan terguling hingga membuat seluruh penumpangnya terluka. Sedangkan sopir truk selamat Pahumas Polres Karangasem Syamsul Hayat seijin Kapolres membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya mendiduga saat kejadian sang sopir dalam kondisi ngantuk.





Ekonomi Bisnis


Batal datang, Ribuan wisatawan cruise membatalakan rencana berkunjung ke Bali karena alasan keamanan, pasca ledakan bom di Ritz Carlton dan JW Mariot















Dampak Bom Mariot
Dua Cruise Urung Bersandar Di Tanah Ampo
Aksi teroris yang melakukan pengeboman di Hotel Mariot dan Ritz Carlton Jakarta belum lama ini berdampak negatif, pada dunia pariwisata Bali, khususnya Karangasem. Sedikitnya 2 Kapal Cruise sesuai rencana bersandar di Dermaga Cruise tanah Ampo, Manggis Karangasem (23/7) lalu batal dilakukan. “Mereka tidak jadi datang ke Bali karena takut akan ancaman Bom,”ujar Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, merespon pembatalan kedatangan 2 Kapal Cruise tersebut. Menurutnya, kendati Bali masih relatif aman, namun isu ancaman teroris mengurungkan niat agent cruise untuk singgah. Padahal Bali sebagai salah satu tempat persinggahan di Indonesia, selain persinggahan lain yang sudah merupakan jalur keliling dunia. Disebutkan dua Kapal Cruise tersebut masing-masing American Cruise dan Australian Cruise yang diperkirakan akan membawa wisatawan sekitar 2.800 wisatawan. Kunjungan kali rencananya dibabarengi perjalanan wisata, belanja dan makan di Karangasem. Geredeg mengaku perihatin karena ledakan Bom Mariot jilid II itu membuyarkan semua rencana yang telah disusun jauh hari sebelumnya. Geredeg menghimbau masyarakat turut aktif menjaga keamanan lingkungannya termasuk memantau mobilisasi warga.” Kalau ada gelaagat mencurigakan, agar melapor kepada aparat keamanan terdekat,”imbuhnya. Disamping itu kebijakan lalu lintas iorang melalui pintu Pelabuhan Padangbay khususnya diminta ditingkatkan dan diperketat, untuk menghapus celah masuknya teroris, yang dapat mengacau keamanan. Langkah antisipasi atas prakarsa Muspida Karangasem saat ini sedang dirancang pembentukan sebuah lembaga yang akan menanagani masalah gangguan keamanan yang dapat bergerak cepat dan bertanggung jawab. “Gagasan tersebut baru tingkat wacana, jika disetujui pemerintah propinsi maupun pusat, kita membentuk lembaga tersebut sekaligus dilengkapi dengan sarana dan dukungan anggaran,”tambahnya.

KKM Rekrut Nabah Dari Luar Karangasem
Sejak awal pencairan dana nasabah(16/7) lalu antrean panjang mereka yang ingin mencairkan dananya selalu menghiasi areal Gedung KKM di Jalan Ahmad Yani Subagan. Selain mengembalikan uang dengan menukar aplikasi sekitar 500 nasabah per hari, pihak menejemen juga menawari nasabah masuk menjadi anggota koperasi. Beberapa diantara nasabah mengaku masih ragu untuk ikut bergabung sementara yang lain mengatakan melihat situasi dan perkembangan usaha KKM. Kepala Dinas Koperasi Karangasem I Wayan Supandi menekankan kepada KKM agar fokus pada pengembalian dana nasabah. Selanjutnya harus diaudit untuk mengetahui kondisi sebenarnya di koprasi yang sebelumnya melakukan praktek cavital investmen itu.”Kalau semua proses sudah dilalui silahkan melanjutkan program sesuai ketentuan koperasi,”tegasnya. Terkait langkah KKM melakukan perekrutan anggota baru Supandi menambahkan sesuai ijin yang dikantongi seharusnya nasabah KKM adalah warga Karangasem. Jika melibatkan anggota di luar Kabupaten seharusnya ada ijin dari Propinsi. Di bagian lain Ketua KKM I Nyoman Suardana mengatakan selain perioritas warga Karangasem Menejemen KKM memberi peluang nasabah bagi warga kabupaten lain menjadi anggota baru. Menurutnya respon nasabah untuk masuk menjadi anggota baru cukup baik, terbukti hingga (24/7) kemarin lebih dari 500 nasabah sudah mendaftarkan diri menjadi anggota dengan total asset mencapai ratusan juta rupiah.”Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat baik yang di Karangasem maupun di luar untuk ikut mengembangkan KKM,”ujarnya. Untuk memfasilitasi hal itu pengurus KKM I Made Mintaka menambahkan pihak sudah mengurus ijin di Dinas Koperasi Propinsi.”Ijin sudah di back up Dinas Koperasi propinsi, sedang ijin usaha dagang dari tingkat Nasional,”terangnya. Sementara proses pencairan uang nasabah sampai kemarin masih relative aman dibawah pengawasan aparat kepolisan.
Ritus Budaya Mahkota Kembali Digelar
Ritus Budaya Mahkota yang diprakasai budayawan Ida Wayan Oka Granoka, kembali digelar dengan mengagendakan 4 ritus yakni Parum Param, Prabaswara, Alokabhasa dan Lingacalaprabha. Menurut Oka Granoka usai melakukan kordinasi lapangan di Desa Tua Tenganan Pagringsingan belum lama ini, ritus budaya mahkota mengambil tema esensi mahawindhu kebudayaan abad 21 dengan representasi puncak tujuh abad bineka tunggal ika. Empat kegiatan dalam prosesi itu yakni Parum Param berupa gelar dialog pembangkitan roh murni bangsa di Pendopo Puri Klungkung, dilanjutkan ritus Prabhaswara yakni pencerahan murni menyongsong matahari terbit di Pertigaan Trinadi Desa Adistana Budakeling pada tanggal 1 Agustus mendatang. Rangkaian ritus Prabhaswara dilanjutkan dengan Alokabhasa yakni pencerahan penuh, kulminasi tengah hari di Padma Mandala Desa Kuno Tenganan Pagringsingan pada siang hari, disusul ritus Lingacalaprabha dengan napak tilas, menyongsong matahari terbit di puncak bukit Bada-Budu, Desa Tenganan Pagringsingan pada Minggu pagi 2 Agustus 2009.”Prosesi upacara di lokasi desa tua Tenganan akan dimeriahkan dengan pawai – peed sejumlah simbol dan panji-panji serta iringan gamelang khusus 200 alat tabuh Ceng-Ceng yang diusung pendukung acara dari Jalan Raya Candidasa menuju Tenganan menuju Desa Tua Tenganan Pagringsingan,”Jelas Oka Granoka.




Kamis, 23 Juli 2009

Ekonomi Budaya


Jajaran Polres Karangasem disaksikan unsur Muspida memusnahkan barang sitaan mikol dan narkoba hasil oprasi miras





Koperasi Arak Tuntut Payung Hukum
Perajin arak di Karangasem bergeming ketika produksinya terus diuber aparat karena dinilai melanggar hukum. Padahal selama ini ribuan pembuat minuman tradisional beralkohol tinggi itu menggantungkan ekonomi keluarga pada sektor ini. Saran pemerintah untuk membentuk sebuah koperasi pun di lakoni. Namun demikian ketidak beradaan ijin menjadikannya menjadi sasaran operasi petugas. Berangkat dari penangkapan sejumlah pengedar arak diwilayah Sidemen, Koperasi Arak Sari Pertiwi, mendesak Pemkab Karangasem untuk segera memayungi perajin melalui legalisasi produksi arak. Tujuannya tidak lain untuk menyelamatkan potensi industri rumah tangga yang sudah dilakoni bertahun-tahun itu mendapat ijin produksi. Dengan perlindungan terhadap perajin arak diharapkan menjadi peluang produktif, memberi ketenangan bagi perajin memproduksi minuman khas itu. Di Karangasem sebenarnya ada empat perajin minuman tradisional yang sudah berhasil keluar TDI-nya sebelum aturan baru Perpres keluar. Keempat perajin itu antara lain, Perajin Wine Dukuh Lestari dengan jumlah tenaga kerja 17 orang memiliki jumlah investasi 14,7 juta rupiah lebih berkapasitas 2400 liter per tahun, dengan mengantongi nomor TDI : 484/51.07/2006, Niki Shake Bali di Dusun Bengkel Antiga, Manggis berkapasitas 20.400 liter per tahun dengan 7 orang karyawan bernilai investasi sebesar 123,7 juta rupiah lebih mengantongi nomor TDI : 192/51.07/2006 Serta UD Parta Jaya Dusun Karangasem, Sengkidu Kecamatan Manggis dengan jumlah karyawan 7 orang, berkapasitas 60.750 liter per tahun dengan nilai investasi 133,4 juta rupiah lebih dengan nomor TDI : 487/51.07/2006. Kadisperindag Karangasem, Puspa Kumari mengatakan, Pemkab berupaya mendorong dan membantu perajinan Minuman Tradisional khas Karangasem dapat memanfaatkan perijinan yang kolaps di daerah lain sehiungga dapat digantikan oleh jenis minuman khas Karangasem. Dengan demikian tidak akan terganjal oleh Peraturan Presiden (Preprer) No. 77 tahun 2007 tentang Black Investasi, karena produksi minuman khas tradisional Karangasem termasuk diantara golongan C dengan kadar alkohol 20 – 55 %. “Perajin minuman tardisional di Sidemen maupun desa-desa lainnya yang tidak tergolong investasi dan bersifat ekonomis dapat saja dipayungi, sepanjang dapat menggantikan ijin yang kolaps di daerah lain,”ujarnya. Dia berharap perajin arak melirik sektor lain untuk dilakoni sebagai penunjang ekonomi keluarga, tidak menggantungkan diri pada kerajinan ini.